PROPOSAL USAHA AWARE
Jumat, 14 Maret 2014
PROSPEK USAHA ITIK PETELUR
Proposal Itik Petelur
Berikut ini adalah kisah sukses usaha yang bisa Anda gunakan sebagai referensi untuk membuat Contoh Proposal Itik Petelur.
Lima tahun jadi buruh pabrik dengan penghasilan pas-pasan, membuat Dody ingin berbisnis. Lantaran modal terbatas, Dody memilih bisnis ternak itik. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, usaha ini berkembang. Sayang, usaha ini harus layu setelah Dody kena tipu jutaan rupiah. Tapi Dody pantang menyerah dan dia meraih sukses.
Legitnya bisnis kuliner bebek membuat daging unggas ini makin diminati. Permintaan daging dan telur itik terus naik dalam beberapa tahun belakangan. Alhasil, usaha peternakan itik ini mulai banyak dilirik. Salah satu peternak itik yang terbilang sukses itu adalah Dody Faizal. Dody memilih beternak itik Mojosari pada 2007. Sebab, itik yang satu asal dengannya, yakni Mojosari, di Mojokerto, Jawa Timur ini, merupakan salah satu itik lokal unggulan.
Sebenarnya, di keluarga Dody, usaha peternakan itik adalah usaha turun temurun. Hanya saja, sebelum dipegang Dody, peternakan itu tak dikelola secara profesional. “Itik-itik peliharaan itu asal diangon di sawah sudah cukup,” kenang Dody. Sedangkan Dody, mengembangkan itik dengan cara dikandangkan. Perubahan metode tersebut memberikan hasil yang jauh lebih efektif. Pertimbangan ini bisa anda masukkan dalam contoh proposal usaha itik petelur.
Sebelum menjadi peternak itik, Dody hanyalah buruh pabrik di Mojokerto. Ia bekerja sebagai buruh mulai 2004-2009. Penghasilan buruh yang pas-pasan, membuatnya Dody mulai berpikir untuk nyambi beternak itik secara profesional.
Dengan modal Rp 4 juta, Dody mulai usahanya dengan membeli 100 itik siap telur. Ketika itu, harga itik usia produktif hanya Rp 30.000 per ekor. “Waktu itu tahun 2007. Setelah membeli itik itu saya percayakan pada orang untuk merawat dengan sistem bagi hasil,” ujar Dody.
Ternak itik Dody berkembang pesat. Dalam waktu setahun, itiknya telah berbiak menjadi 500 ekor. Bahkan ia ketika itu sudah kebanjiran pesanan lantaran makin menjamurnya usaha kuliner bebek goreng.
Sayangnya, Dody sesaat mengecap manisnya bisnis itik. Tanpa sepengetahuan dirinya, orang kepercayaannya itu menjual seluruh itiknya dan membawa kabur uang hasil penjualan. Kalau dihitung harga itik Rp 30.000 per ekor, kerugian Dody mencapai Rp 15 juta.
Meski modal ludes, Dody tak mau menyerah. Ia bertekad akan membangun kembali peternakan itiknya. Masalah yang menimpanya, ia jadikan pelajaran yang berharga. “Seperti di awal bisnis ini, saya juga membeli lagi 300 ekor itik sebagai modal awal. namun dengan harga yang sedikit lebih mahal.” kenang Dody.
Belajar dari pengalaman pula, Dody mengubah sistem manajemen peternakan itiknya. Ia kemudian menyewa kandang dan mempekerjakan beberapa karyawan untuk merawat 300 itiknya. Tapi, usaha kali ini tak berjalan mulus. Soalnya, itik-itik yang dibeli Dody tersebut usianya terlalu muda, sehingga ia menjadi boros di pakan. Selain itu juga, bertelurnya Itik-itik milik Dody juga telat.
Hingga akhirnya, Dody memutuskan menjual 250 ekor dan menyisakan 50 ekor itik. “50 Ekor itu saya letakkan di kandang di rumah saya sendiri, saya pelajari karakteristiknya bagaimana,” ujar Dody.
Sambil belajar tentang itik, pada 2009, Dody membuat website untuk berdagang itik. Lewat website itulah Dody kebanjiran pesanan. Ternyata usaha jual beli itik juga menguntungkan dan membuat kantong Dody tebal. “Waktu itu ada pesanan dari Jakarta sebanyak 500 ekor,” kata Dody.
Namun Dody tak hanya menjadi pedagang saja. Dia tetap ingin membuka usaha peternakan itik sendiri. Dan dari hasil berdagang itik, modal Dody pun makin kuat.
Dody pun mulai serius mengembangbiakkan 50 ekor itiknya itu. Dan kali ini, dengan usia itik yang mencukupi dan penerapan sistem kandang, peternakan ini pun berkembang pesat. Kini Dody telah mempunyai 2.000 ekor itik untuk terus dia kembangkan.
Sukses membangun peternakan itik tidak membuat Dody Faizal lupa dengan lingkungannya sesama peternak itik. Ia mengajak mereka ikut menikmati lezatnya bisnis itik itu.
Dody mengajak kerja sama peternak itik dengan sistem plasma. Ia menerapkan sistem itu kepada peternak itik yang tersebar di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.
Menurut Dody, dengan sistem plasma, ia bisa menambah jumlah itik untuk memenuhi seluruh pesanan pelanggannya. Selain itu ia juga bisa memberdayakan warga untuk beternak itik.
Dody kini memiliki sekitar 100 peternak plasma di empat provinsi. Sebagai peternak inti, Dody tentu punya kewajiban memasok kebutuhan bibit itik untuk para peternak plasma tersebut.
Namun, Dody tak hanya menyuplai bibit itik mojosari saja. Para peternak juga mendapatkan bibit itik alabio, itik tegal, dan itik semarang. Selain itik lokal, Dody juga menyediakan itik khaki cambel dan itik peking. Juga itik hibrida atau itik hasil kawin silang itik peking jantan dengan itik jawa super.
Bibit yang disediakan Dody memiliki ukuran dan usia yang berbeda. Mulai dari bibit itik usia satu atau dua hari, usia satu bulan, usia dua bulan, usia tiga bulan, usia empat bulan, hingga bibit itik yang siap bertelur. “Saya menjamin keaslian dari jenis itik tersebut,” terang Dody.
Kerja sama dengan sistem plasma dengan peternak itu memang berhasil mendongkrak kinerja bisnis Dody. Dalam sebulan, Dody mampu memenuhi pesanan 10.000 ekor itik. Sekitar 2.000 ekor itik disuplai dari peternakan Dody sendiri, sedangkan sisanya, sebanyak 8.000 ekor itik, dipasok oleh para peternak plasma.
Walaupun datangnya pesanan mulai membuat Dody kewalahan, namun ia pantang menolak jika ada pembeli baru. Ia tetap berusaha mengirimkan pesanan itik meski jadwalnya tidak bisa tepat waktu. “Kalau minggu ini saya belum bisa memenuhi pesanan itu, saya akan kirim pada minggu depannya,” terang Dody.
Karena pesanan semakin banyak, Dody berniat menambah lagi jumlah peternak plasma yang mau bekerja sama dengannya. “Rezeki harusnya dibagi-bagi,” komitmen Dody.
Untuk menambah jumlah peternak plasma itu, Dody belakangan ini berusaha menjalin komunikasi dengan peternak itik di Indramayu, Banten, dan Tegal. Namun menjalin komunikasi dengan peternak tidaklah mudah. Kini, Dody masih mengatur strategi agar bisa menjalin silaturahmi dengan peternak dan bisa berbisnis dengan mereka.
Keinginan Dody sekarang ini, dengan memperbanyak peternak plasma, Dody berharap pesanan itik tak lagi datang dari pasar dalam negeri. Ia bercita-cita suatu saat nanti bisa ekspor itik ke Singapura. “Sekarang kami sedang mempersiapkan untuk bisa ekspor 2015 nanti,” ujar Dody.
Cita-cita Dody bisa mengirim itik ke Negeri Jiran itu memang masuk akal. Dari seorang pelanggannya di Batam, Dody tahu, saat ini, kebutuhan itik untuk industri kuliner di Singapura terbilang tinggi.
Tidak hanya itik saja yang bisa di ekspor ke Singapura, telur itik juga banyak dicari orang Singapura. Dalam hitungan bisnis Dody, ekspor itik ataupun telur itik ke Singapura lebih menarik dari pada menjualnya di pasar dalam negeri. “Contoh, harga telur itik di sini Rp 1.200 per butir, kalau di Singapura bisa Rp 6.000 per butir,” ungkap Dody. Peluang ini bisa anda masukkan sebagai prospek usaha padacontoh proposal usaha itik petelur.
Setelah dikurangi biaya kirim dan biaya pengurusan izin ekspor, Dody memperkirakan laba berjualan telur itik di Singapura bisa untung hingga 200%. Maklum, kebutuhan itik dan telur itik di Singapura memang naik drastis setiap tahunnya. Tentunya hal tersebut menjadi pertimbangan penting yang harus Anda masukkan dalam Contoh Proposal Itik Petelur yang akan Anda buat nantinya.
Meski beternak itik cukup menggiurkan, namun Dody menyarankan untuk melihat peluang pasar bagi investor yang mau beternak itik. Ia bilang, setiap daerah memiliki populasi itik yang berbeda. “Cek dulu pasarnya biar tidak bingung saat itik siap produksi,” katanya.
Menurut Dody, ada empat peluang bisnis yang bisa dikembangkan dengan beternak itik. Pertama beternak itik petelur, kedua beternak itik pedaging, dan ketiga, usaha pengembangan bibit itik atau DOD (day old duck). Yang keempat, beternak itik siap bertelur (bayah). Pilihan jenis usaha mana yang akan anda fokuskan perlu anda jelaskan pada contoh proposal usaha itik petelur.
Berbagai tahapan perlu dijalani untuk bisa menjadi peternak itik. Dari tiga tahapan tersebut, tahap pertama paling riskan sehingga perlu penanganan ekstra. Dengan perawatan yang baik, tak hanya daging itik yang didapat namun juga telurnya. Keuntungan pun berlipat karena harga itik ditentukan peternak. Pada contoh proposal usaha itik petelur hal ini perlu anda ulas karena menyangkut potensi pendapatan usaha.
Peluang usaha peternakan itik yang menjanjikan masa depan memberi semangat kepada Dody Faizal untuk terus menggeluti bisnis ini. Menurutnya, usaha peternakan itik akan cerah karena kebutuhan daging dan telur terus naik seiring meningkatkan populasi penduduk Indonesia.
Akses permodalan yang cukup mudah dengan berbagai program pemerintah, seperti kredit usaha rakyat (KUR) juga membantu berkembangnya bisnis ini. “Karakteristik itik yang kuat menghadapi penyakit dan pakan yang mudah juga menjadi keunggulan,” katanya.
Pria 31 tahun ini menjelaskan, untuk memulai usaha peternakan itik diperlukan tiga tahapan. Tahap pertama adalah memulai atau starter. Tahap kedua disebut grower atau pertumbuhan, dan tahap ketiga disebut layer atau bertelur.
Dari tiga tahap itu, menurut Dody yang paling riskan adalah tahap starter. Tahap starter dimulai saat usia itik sehari atau day old duck (DOD) sampai 30 hari. Saat-saat itulah, itik sangat riskan terhadap serangan penyakit.
Setelah melewati tahap starter, peternak akan masuk tahap grower, yakni saat itik berusia 2,5 bulan- 4,5 bulan. Di usia itu, yang benar-benar perlu diperhatikan adalah soal pakan. Pakan yang diberikan tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak. Point penting ini perlu anda jelaskan pada contoh proposal usaha itik petelur.
Pemberian pakan yang terlalu tentu bakal menguras isi kantong artinya tidak efisien. Sedangkan jika terlalu sedikit maka perkembangannya akan terhambat. “Selain pakan, kebersihan kandang juga perlu dijaga,” katanya. Dia juga menyarankan agar cahaya matahari selalu bisa masuk sempurna ke dalam kandang. Pertimbangan ini akan menentukan langkah apa yang bisa anda lakukan dan anda ulas pada contoh proposal usaha itik petelur.
Setelah usia 4,5 bulan terlampaui, peternak boleh sedikit merasa lega. Di tahapan layer tersebut, pakan itik tidaklah begitu rumit. Itik bisa mengonsumsi nasi aking atau karak termasuk sisa makanan dan sayuran.
Pada tahap ketiga itu, itik sebaiknya diberi pakan dengan kandungan protein tinggi. Itu dilakukan agar jumlah dan kualitas telur meningkat. Tak hanya telur, saat usia itik lebih 4,5 bulan juga sudah bisa dijual sebagai pedaging. Tentu saja ini menjadi pertimbangan penting yang harus ada pada contoh proposal usaha itik petelur yang anda buat nantinya.
Harga jual itik sangat menguntungkan peternak. Sebab, peternak itik saat ini memiliki posisi tawar lebih baik dibandingkan dengan posisi pedagang. “Untuk pasar itik, harga mengikuti peternak bukan pedagang,” katanya.
Dody menambahkan, ternak itik sebenarnya sangat mudah. Apalagi saat ini informasi mengenai cara-cara beternak itik bisa didapatkan dengan gampang di internet. “Kalau bingung buka saja situs peternakandody.com. Saya menyediakan layanan tanya jawab bagi semua pengunjung,” katanya berpromosi. Ini menjadi inspirasi bagi usaha anda nantinya dan perlu anda kemukakan pada contoh proposal usaha itik petelur.
Dia juga mengaku banyak belajar tentang itik secara otodidak, baik melalui internet, buku, atau bertanya dari pengalaman orang lain. Berdasarkan pengalaman ini pula, saat ini dia mengembangkan bisnis itiknya melalui dunia maya.
Berkat pemasaran melalui online, Dody mengaku mampu menjual rata-rata 10.000 itik per bulan. Menurutnya, pemasaran online sangat mudah dan murah. Walaupun begitu, pemasaran lewat internet juga berisiko.
Seperti yang pernah dialami Dody yang pernah menjadi korban penipuan melalui dunia maya. Dia bercerita, saat itu pernah mendapat pesanan 1.000 ekor itik. Namun setelah pesanan itik terkirim, pelanggan tersebut tak kunjung mengirimkan uang pembelian.
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar penjualan melalui online lebih berhati-hati karena banyak modus penipuan. “Transaksi online dilakukan harus setelah uang pemesanan diterima,” ingatnya. Dody juga mengingatkan agar jangan mudah terjebak pada pembayaran uang muka karena kerap hanya akal-akalan penipuan.
Walaupun berisiko, Dody tak kapok. Dia mengatakan, keunggulan pemasaran dan penjualan melalui internet cukup sebanding dengan risiko yang mungkin terjadi dalam pemasaran online. Tak hanya mudah dan murah, pemasaran ini juga bisa mencakup pangsa pasar yang sangat luas.
Tak hanya di Pulau Jawa saja, pemasaran ini juga bisa mencakup seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, diharapkan pelanggan yang membeli bisa lebih banyak. Semoga cerita sukses diatas bisa menjadi bahan referensi Anda dalam membuat Contoh Proposal Usaha Itik Petelur.
Leave a Reply
BY: SADAR S, SEI
ITIK PETELUR
PROPOSAL USAHA BUDIDAYA ITIK PETELUR ATAU BEBEK
PROPOSAL USAHA
BUDIDAYA ITIK PETELUR
DISUSUN OLEH:
SADAR S, SEI
KODE: A31
SMK DARUSSALAM MAKASSAR
BAB I
A. LATAR BELAKANG
Itik dikenal juga dengan istilah bebek dalam (bahasa jawa) nenek moyangnnya berasal dari amerika utara merupakan itik liar.(anas mascha)atau mild malard. terus menerus di jinakkan oleh manusia hingga jadilah itik dan di pelihara sekarang yang disebut aras demesticus (ternak itik). Jenis bibit unggul yang diternakan khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal,itik mojosari,itik bali,itik cu 2000-ina.
Itik yang akan saya pelihara atau budidayakan adalah jeni itik yang dibudidayakan secara intensif atau yang lebih dikenal dengan pemeliharaan di lahan kering atau dikandangkan yang akan memberi keuntungan diantara itik tidak lagi di gembalakan di sawah untuk mencari makan sendiri. pakan dan minum di sediakan di dalam kandang air untuk berenang itik di sediakan sehingga itik hanya memanfaatkan energi untuk memproduksi telur.
Telur menjadi pilihan karena merupakan sumber protein hewani yang gampang terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah sekalipun.
B. TUJUAN
Tujuan dari pembuatan proposal budidaya itik petelur ini antara lain adlah :
1. Menjadikan usaha beternak itik petelur menjadi usaha yang menguntungkan dan dapat memenuhi kebutuhan sehari hari.
2. Membuat usaha beternak itik petelur ini berbeda dengan pengusaha lain.
3. Ingin menjadikan usaha ini menjadi ternak yang di kenal oleh masyarakat.
4. Mengetahui apaka usaha peternakan itik petelur memiliki peluang usaha yang berkelanjutan
C. JENIS USAHA YANG DI RENCANAKAN DAN PRODUK YANG AKAN DI HASILKAN
Usaha yang akan saya jalankan rencananya adalah usaha beternak itik petelur,dan dari usaha yang saya rencanakan akan menghasilkan produk telur yang nantinya akan saya pasarkan di agen agen ataupun warung warung kecil terlebih dahulu.
Gambar ternak itik yang telah menghasilkan telur
D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM USAHA TERNAK ITIK PETELUR
Kelebihan
Secara umum keuntungan beternak bebek adalah:
1. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
2. Lebih tahan penyakit di bandingkan dengan peternakan ayam
3. Untuk bebek petelur, hasil ternak lebih mudah diserap pasar di bandingkan dengan telur ayam kampung.
dan jumlah telur yang di hasilkan pada usia produktif juga tinggi daripada ayam kampung.
Kelemahan beternak bebek:
1. Konsumsi pakan dan air minum lebih banyak di bandingkan dengan konsumsi pakan dan air minum pada ayam kampung
2. Sensitif terhadap pakan dengan kualitas yang kurang baik, pakan jamuran,memakan bangkai dll.
3. Mudah terkejut dan mudah stress.
BAB II
GAMBARAN UMUM USAHA
A. GAMBARAN INDUSTRI DAN LINGKUNGAN USAHA
Telur itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar,kebutuhan akan telur pasar tradisional sangat besar dan masih seimbang dari ketersediaan yang ada,hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanjikan untuk di kembangkan secara intensif.
Dan juga ternak itik petelur memiliki prospek yang cukup menguntungkan karena masih kurang nya akan kebutuhan yang kita inginkan.
B. KONDISI PASAR
1.pasar sasaran
Sebagai awal saya akan menjajaki pasar tradisional atau konsumen rumah tangga yang tinggal di lokasi budidaya.jika produksi sudah berjalan saya akan menjajaki untuk memasarkan telur ke pasar swalayan atau supermarket.
2.peluang pasar
Kebutuhan akan telur di dalam keluarga maupun di dalam pasar tradisional sangat besar dan masih seimbang dari persediaan yang ada itu salah satu peluang pemasaran telur dari hasil budidaya itik petelur yang saya jalankan.
C.ESTIMASI PASAR
Mungkin produk yang sudah saya hasilkan sudah ada di pasaran, tetapi saya akan merencanakan budidaya ternak itik petelur mungkin budidaya yang saya rencanakan akan berjalan,karena peluangnya cukup besar dan di daerah saya dan sekitarnya mungkin belum ada yang budidaya ternak itik,oleh karena itu saya akan merencanakan budidaya ternak itik petelur karena peluang pasarnya sangat tinggi.
D.RENCANA PEMASARAN
1. penetapan harga produk
Rencana harga yang akan saya tawarkan mengacu pada penghasilan rata rata masyarakat.tujuannya agar harga yang akan kami tawarkan tidak terlalu membebankan masyarakat untuk membeli telur dari usaha kami,oleh karena itu rencana harga yang saya tawarkan Rp 2000 / telur lebih murah dari harga telur itik di pasaran.
2. strategi pemasaran
Strategi pemasaran merupakan salah satu langkah yang dilakukan memperlancar pemasaran dan memuaskan konsumen,strategi pemasaran ada 4 yaitu:
a. Strategi produk
Dalam hal ini produk dapat berupa telur, dan yang tak kalah pentingnya untuk memenuhi kepuasan konsumen adalah melihat mutu dan manfaat produk.
b. Harga
Harga yang di tetapkan stabil dan bersaing dengan produsen itik
petelur lainnya,jika harga terlalu tinggi akan mengurungkan niat pembeli,sebaliknya harga yang terlalu rendah di khawatirkan tidak dapat memenuhi biaya produksi.pemberian diskon setiap pembelian dalam jumlah tertentu juga dapat menarik pembeli.
c. Tempat
Tidak kalah pentingnya dengan kualifikasi produk dan harga,tempat dan pasar juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran .penentuan pasar harus didasarkan dengan kemudahan produk telur oleh konsumen.saya akan memilih tempat budidaya di rumah saya sendiri karena untuk memudahkan dalam pengawasan ataupun dalam proses perawatannya.
d. promosi
Salah satu cara promosi yang paling banyak dilakukan adalah dengan memasang iklan,selain memasang iklan promosi juga dapat di lakukan dengan secara langsung dari mulut ke mulut.
ASPEK PRODUKSI
A. ANALISIS LOKASI USAHA
Usaha pemeliharaan itik secara intensif ( dikandangkan)umumnya dilakukan dimana saja,namun lokasi yang ideal untuk budiaya itik untuk pemeliharaan adalah jauh dari suara bising,mudah transportasi,dan mudah mendapatkan air besih.
Dalam pemeliharaan itik perlu sarana dan prasarana agar itik mampu berproduksi tinggi, mudah pengontrolannya dan mudah kontrol kesehatan.
Dan untuk lokasi usaha yang saya pilih adalah di tempat saya sendiri karena agar memudahkan dalam pengawasan dan perawatannya.
B. FASILITAS DAN PERALATAN PRODUKSI
Kandang
1. Kandang harus di buat senyaman mungkin dan bentuk atap yang mampu menahan terpaan hujan dan terik matahari.
2. Bentuk atap yang mampu menahan terpaan hujan dan terik matahari.
3. Bangunan kandang membujur dari timur ke barat
4. Luas kandang cukup memadai untik peternakan
Bahan baku atap bisa berupa genteng,asbes,plastik.
Peralatan
1. alas lantai
bisa dibuat dari campuran jerami,serbuk gergaji,atau rumput kering,agar empuk,tidak mudah padat,kering,hangat,bersih dan dapat mencegah telur tidak pecah.
2. tempat pakan,minum.
tempat air minum dibuat pas dengan kepala itik dan di letakkan berlawanan dengan tempat pakan.
3. ember dan keranjang
ember dan keranjang digunakan untuk tempat atau wadah telur saat panen.
4. selang
Selang disini digunakan untuk memberi air untuk itik,untuk minum,untuk mandi.
C. kebutuhan bahan baku
Untuk kebutuhan bahan baku dalam pembuatan kandang disini saya membutuhkan bambu,kayu,genteng,atau asbes .
D. kapasitas produksi
Dalam satu kandang yang berukuran 8x5 meter kira kira bisa menampung 125 ekor itik beserta tempat makan dan minum.
E. proses produksi
Dari penampungan bibit itik saya membeli bibit siap telur,kemudian itik di pelihara sampai menghasilkan produk(telur)setelah menghasilkan produk telur,telur dikumpulkan kemudian telur siap dijual atau dipasarkan.telur saya pasarkan melalui agen,pasar tradisional,pasar modern,dan ke konsumen.
BAB III
ASPEK KEUANGAN
A. BIAYA TETAP
Untuk biaya tetap saya disini membeli itik 125 ekor dengan persentase yaitu untuk itik betina saya membeli 100 ekor dan jantan 25 ekor dengan harga yaitu
Betina 1 Rp.35000 @ 100 ekor = Rp. 3500.000
Jantan 1 Rp 45.000 @ 25 ekor = Rp.1000.000
Bambu 40 batang 1 batangnya Rp 1000 = Rp 40.000
keranjang 5 buah 1 buahnya Rp.15000 = Rp 75.000
asbes 1 kodi = Rp 300.000
tempat pakan = Rp 400.000
selang 5 buah 1 buahnya Rp.20000 = Rp 100.000
lampu 4 buah 1 buahnya Rp.7000 = Rp 28.000
Tenaga kerja @1 Rp.400.000 x 2 orang =Rp 800.000
Peralatan lainnya = Rp 200.000 +
Total = Rp 6.443.000
B. BIAYA VARIABEL
Untuk biaya variabel selama satu bulan yaitu saya membeli pakan dengan harga Rp 1500 per kg dan dalam satu itik per harinya menghabiskan kurang lebih 0,5 kg untuk kebutuhan makannya.
Pakan 0,5 kg x 125x 1500 x 30 =Rp 2.812.500
Obat obatan =Rp 50.000
Total biaya =Rp 2.862.500
C. KEUNTUNGAN 1 BULAN
Untuk keuntungan satu bulannya yaitu hasil produksi itik selama satu bulan menghasilkan kurang lebih 2500 butir telur yang mana per butir telurnya saya jual dengan harga Rp 2000
Jadi keuntungan saya selama 1 bulan yaitu:
Hasil produksi = 2500 butir/bulan
Harga produk telur = 2000
Penghasilan =2500 x 2000 =Rp 5000.000
Jadi keuntungan bersih selama satu bulannya yaitu :
Keuntungan = penghasilan - biaya oprasional 1 bulan
=Rp 5000.000 – Rp 2.862.500 =Rp 2.137.500
IKAN NILA
PROPOSAL USAHA BUDIDAYA IKAN NILA
1. SEJARAH SINGKAT
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal dari Sungai Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Sedangkan di wilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat hidup dengan baik.
Bibit ikan didatangkan ke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. Setelah melalui masa penelitian dan adaptasi, barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani di seluruh Indonesia. Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh Pemerintah melalui Direktur Jenderal Perikanan.
2. SENTRA PERIKANAN
Di Indonesia ikan nila telah dibudidayakan di seluruh propinsi.
3. JENIS
Klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut:
Kelas : Osteichthyes
Sub-kelas : Acanthoptherigii
Crdo : Percomorphi
Sub-ordo : Percoidea
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis niloticus
.
Terdapat beberapa jenis nila yang dikenal di masyarakat, antara lain: nila biasa, nila merah (nirah), nila albino, nila gesit, dan nila gift
4. MANFAAT
Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
5. PERSYARATAN LOKASI
Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi (500 m dpl).
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan nila harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kekeruhan air yang disebabkan oleh pelumpuran akan memperlambat pertumbuhan ikan. Lain halnya bila kekeruhan air disebabkan oleh adanya plankton. Air yang kaya plankton dapat berwarna hijau kekuningan dan hijau kecokelatan karena banyak mengandung Diatomae. Sedangkan plankton/alga biru kurang baik untuk pertumbuhan ikan. Tingkat kecerahan air karena plankton harus dikendalikan yang dapat diukur dengan alat yang disebut piring secchi (secchi disc). Untuk di kolam dan tambak, angka kecerahan yang baik antara 20-35 cm.
Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha. Kondisi perairan tenang dan bersih, karena ikan nila tidak dapat berkembang biak dengan baik di air arus deras.
Nilai keasaman air (pH) tempat hidup ikan nila berkisar antara 6-8,5. Sedangkan keasaman air (pH) yang optimal adalah antara 7-8.
Suhu air yang optimal berkisar antara 25-30o C.
Kadar garam air yang disukai antara 0-35 per mil.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1) Kolam
Sarana berupa kolam yang perlu disediakan dalam usaha budidaya ikan nila tergantung dari sistim pemeliharaannya (sistim 1 kolam, 2 kolam dlsb). Adapun jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan nila antara lain:
a) Kolam pemeliharaan induk/kolam pemijahan
Kolam ini berfungsi sebagai kolam pemijahan, kolam sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C; kedalaman air 40-60 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir.
b) Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan
Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.
c) Kolam pembesaran
Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran, yaitu:
1. Kolam pembesaran tahap I berfungsi untuk memelihara benih ikan selepas dari kolam pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara 2-4 buah dengan luas maksimum 250-500 meter persegi/kolam. Pembesaran tahap I ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas. Setelah benih menjadi gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua atau langsung dijual kepada pera petani.
2. Kolam pembesaran tahap II berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam dapat berupa kolam tanah atau sawah. Keramba apung juga dapat digunakan dengan mata jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran pembesaran tahap II sebaiknya tidak lebih dari 10
ekor/meter persegi.
3. Pembesaran tahap III berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan kolam tanah antara 80-100 cm dengan luas 500-2.000 meter persegi.
d) Kolam/tempat pemberokan
Pembesaran ikan nila dapat pula dilakukan di jaring apung, berupa Hapa berukuran 1 x 2 m sampai 2 x 3 m dengan kedalaman 75-100 cm. Ukuran hapa dapat disesuaikan dengan kedalaman kolam. Selain itu sawah yang sedang diberokan dapat dipergunakan pula untuk pemijahan dan
pemeliharaan benih ikan nila. Sebelum digunakan petak sawah diperdalam dahulu agar dapat menampung air sedalam 50-60 cm, dibuat parit selebar 1-1,5 m dengan kedalaman 60-75 cm.
2) Peralatan
Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan nila diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.
Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan nila antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).
3) Persiapan Media
Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.
6.2. Pembibitan
1) Pemilihan Bibit dan Induk
Ciri-ciri induk bibit nila yang unggul adalah sebagai berikut:
a) Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
b) Pertumbuhannya sangat cepat.
c) Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
d) Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
e) Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.
f) Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan berumur sekitar 4-5 bulan.
Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
a) Betina
1. Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
2. Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
3. Warna perut lebih putih.
4. Warna dagu putih.
5. Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
b) Jantan
1. Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
2. Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
3. Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
4. Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
5. Jika perut distriping mengeluarkan cairan.
Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar. Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. Disamping itu, ikan nila yang sedang beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang lebih lama agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan.
Untuk mengatasi kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode kultur tunggal kelamin (monoseks). Dalam metode ini benih jantan saja yang dipelihara karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat dan ikan nila betina. Ada empat cara untuk memproduksi benih ikan nila jantan yaitu:
a) Secara manual (dipilih)
b) Sistem hibridisasi antarjenis tertentu
c) Merangsang perubahan seks dengan hormon
d) Teknik penggunaan hormon seks jantan ada dua cara.
1. Perendaman
2. Perlakuan hormon melalui pakan
2) Pembenihan dan Pemeliharaan Benih
Pada usaha pembenihan, kegiatan yang dilakukan adalah :
a) Memelihara dan memijahkan induk ikan untuk menghasilkan burayak (anak ikan).
b) Memelihara burayak (mendeder) untuk menghasilkan benih ikan yang lebih besar.
Usaha pembenihan biasanya menghasilkan benih yang berbeda-beda ukurannya. Hal ini berkaitan dengan lamanya pemeliharaan benih. Benih ikan nila yang baru lepas dan mulut induknya disebut "benih kebul".
Benih yang berumur 2-3 minggu setelah menetas disebut benih kecil, yang disebut juga putihan (Jawa Barat), ukurannya 3-5 cm.
Selanjutnya benih kecil dipelihara di kolam lain atau di sawah. Setelah dipelihara selama 3-1 minggu akan dihasilkan benih berukuran 6 cm dengan berat 8-10 gram/ekor. Benih ini disebut gelondongan kecil.
Benih nila merah berumur 2-3 minggu, ukurannya ± 5 cm. Gelondongan kecil dipelihara di tempat lain lagi selama 1- 1,5 bulan. Pada umur ini panjang benih telah mencapai 10-12 cm dengan berat 15-20 gram. Benih ini disebut gelondongan besar.
6.3. Pemeliharaan Pembesaran
Dua minggu sebelum dan dipergunakan kolam harus dipersiapkan. Dasar kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan dan dicangkul sambil diratakan. Tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai terjadi kebocoran. Saluran air diperbaiki agar jalan air lancar. Dipasang saringan pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Tanah dasar dikapur untuk memperbaiki pH tanah dan memberantas hamanya. Untuk ini dipergunakan kapur tohor sebanyak 100-300 kg/ha (bila dipakai kapur panas, CaO). Kalau dipakai kapur pertanian dosisnya 500-1.000 kg/ha. Pupuk kandang ditabur dan diaduk dengan tanah dasar kolam. Dapat juga pupuk kandang dionggokkan di depan pintu air pemasukan agar bila diairi dapat tersebar merata. Dosis pupuk kandang 1-2 ton/ha. Setelah semuanya siap, kolam diairi. Mula-mula sedalam 5-10 cm dan dibiarkan 2-3 hari agar teriadi mineralisasi tanah dasar kolam.Lalu tambahkan air lagi sampai kedalaman 80-100 cm. Kini kolam siap untuk ditebari induk ikan.
1) Pemupukan
Pemupukan dengan jenis pupuk organik, anorganik (Urea dan TSP), serta kapur. Cara pemupukan dan dosis yang diterapkan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh dinas perikanan daerah setempat, sesuai dengan tingkat kesuburan di tiap daerah.
Beberapa hari sebelum penebaran benih ikan, kolam harus dipersiapkan dahulu. Pematang dan pintu air kolam diperbaiki, kemudian dasar kolam dicangkul dan diratakan. Setelah itu, dasar kolam ditaburi kapur sebanyak 100-150 kg/ha. Pengapuran berfungsi untuk menaikkan nilai pH kolam menjadi 7,0-8,0 dan juga dapat mencegah serangan penyakit.
Selanjutnya kolam diberi pupuk organik sebanyak 300-1.000 kg/ha. Pupuk Urea dan TSP juga diberikan sebanyak 50 kg/ha. Urea dan TSP diberikan dengan dicampur terlebih dahulu dan ditebarkan merata di dasar kolam.
Selesai pemupukan kolam diairi sedalam 10 cm dan dibiarkan 3-4 hari agar terjadi reaksi antara berbagai macam pupuk dan kapur dengan tanah. Hari kelima air kolam ditambah sampai menjadi sedalam 50 cm. Setelah sehari semalam, air kolam tersebut ditebari benih ikan. Pada saat itu fitoplankton mulai tumbuh yang ditandai dengan perubahan warna air kolam menjadi kuning kehijauan. Di dasar kolam juga mulai banyak terdapat organisme renik yang berupa kutu air, jentik-jentik serangga, cacing, anak-anak siput dan sebagainya.
Selama pemeliharaan ikan, air kolam diatur sedalam 75-100 cm. Pemupukan susulan harus dilakukan 2 minggu sekali, yaitu pada saat makanan alami sudah mulai habis. Pupuk susulan ini menggunakan pupuk organik sebanyak 500 kglha. Pupuk itu dibagi menjadi empat dan masing-masing dimasukkan ke dalam keranjang bambu. Kemudian keranjang diletakkan di dasar kolam, dua buah di kiri dan dua buah di sisi kanan aliran air masuk. Sedangkan yang dua keranjang lagi diletakkan di sudut-sudut kolam. Urea dan TSP masing-masing sebanyak 30 kg/ha diletakkan di dalam kantong plastik yang diberi lubang-lubang kecil agar pupuk sedikit demi sedikit. Kantong pupuk tersebut digantungkan sebatang bambu yang dipancangkan di dasar kolam. Posisi ng terendam tetapi tidak sampai ke dasar kolam. Selain pukan ulang. ikan nila juga harus tetap diberi dedak dan katul. pemupukan di atas dapat dilakukan untuk kolam air tawar, payau atau sawah yang diberakan.
2) Pemberian Pakan
Pemupukan kolam telah merangsang tumbuhnya fitoplankton, zooplankton, maupun binatang yang hidup di dasar, seperti cacing, siput, jentik-jentik nyamuk dan chironomus (cuk). Semua itu dapat menjadi makanan ikan nila. Namun, induk ikan nila juga masih perlu pakan tambahan berupa pelet yang mengandung protein 30-40% dengan kandungan lemak tidak lebih dan 3%.
Pembentukan telur pada ikan memerlukan bahan protein yang cukup di dalam pakannya. Perlu pula ditambahkan vitamin E dan C yang berasal dan taoge dan daun-daunan/sayuran yang duris-iris. Boleh juga diberi makan tumbuhan air seperti ganggeng (Hydrilla). Banyaknya pelet sebagai pakan induk kira-kira 3% berat biomassa per han. Agar diketahui berat bio massa maka diambil sampel 10 ekor ikan, ditimbang, dan dirata-ratakan beratnya. Berat rata-rata yang diperoleh dikalikan dengan jumlah seluruh ikan di dalam kolam. Misal, berat rata-rata ikan 220 gram, jumlah ikan 90 ekor maka berat biomassa 220 x 90 = 19.800 g. Jumlah ransum per han 3% x 19.800 gram = 594 gram. Ransum ini diberikan 2-3 kali sehari.
Bahan pakan yang banyak mengandung lemak seperti bungkil kacang dan bungkil kelapa tidak baik untuk induk ikan. Apalagi kalau han tersebut sudah berbau tengik. Dedak halus dan bekatul boleh diberikan sebagai pakan. Bahan pakan seperti itu juga berfungsi untuk menambah kesuburan kolam.
3) Pemeliharaan Kolam/Tambak
Sistem dan intensitas pemeliharaan ikan nila tergantung pada tempat pemeliharaan dan input yang tersedia.Target produksi harus disesuaikan dengan permintaan pasar. Biasanya konsumen menghendaki jumlah dan ukuran ikan yang berbeda-beda. Intensitas usaha dibagi dalam tiga tingkat, yaitu
a) Sistem ekstensif (teknologi sederhana)
- Sistem ekstensif merupakan sistem pemeliharaan ikan yang belumberkembang. Input produksinya sangat sederhana. Biasanya dilakukan di kolam air tawar. Dapat pula dilakukan di sawah. Pengairan tergantung kepada musim hujan. Kolam yang digunakan biasanya kolam pekarangan yang sempit. Hasil ikannya hanya untuk konsumsi keluarga sendiri. Sistem pemeliharaannya secara polikultur. Sistem ini telah dipopulerkan di wilayah desa miskin.
- Pemupukan tidak diterapkan secara khusus. Ikan diberi pakan berupa bahan makanan yang terbuang, seperti sisa-sisa dapur limbah pertanian (dedak, bungkil kelapa dll).
- Perkiraan pemanenan tidak tentu. Ikan yang sudah agak besar dapat dipanen sewaktu-waktu. Hasil pemeliharaan sistem ekstensif sebenar cukup lumayan, karena pemanenannya bertahap. Untuk kolam berukuran 2 x 1 x 1 m ditebarkan benih ikan nila sebanyak 20 ruang berukuran 30 ekor. Setelah 2 bulan diambil 10 ekor, dipelihara 3 bulan kemudian beranak, demikian seterus. Total produksi sistem ini dapat mencapai 1.000 kg/ha/tahun 2 bln. Penggantian air kolam menggunakan air sumur. Penggantian dilakukan seminggu sekali.
b) Sistem semi-Intensif (teknologi madya)
- Pemeliharaan semi-intensif dapat dilakukan di kolam, di tambak, di sawah, dan di jaring apung. Pemeliharaan ini biasanya digunakan untuk pendederan. Dalam sistem ini sudah dilakukan pemupukan dan pemberian pakan tambahan yang teratur.
- Prasarana berupa saluran irigasi cukup baik sehingga kolam dapat berproduksi 2-3 kali per tahun. Selain itu, penggantian air juga dapat dilakukan secara rutin. Pemeliharaan ikan di sawah hanya membutuhkan waktu 2-2,5 bulan karena bersamaan dengan tanaman padi atau sebagai penyelang. OIeh karena itu, hasil ikan dan sawah ukurannya tak lebih dari 50 gr. Itu pun kalau benih yang dipelihara sudah berupa benih gelondongan besar.
- Budi daya ikan nila secara semi-intensif di kolam dapat dilakukan secara monokultur maupun secara polikultur. Pada monokultur sebaiknya dipakai sistem tunggal kelamin. Hal mi karena nila jantan lebih cepat tumbuh dan ikan nila betina.
- Sistem semi-intensif juga dapat dilakukan secara terpadu (intergrated), artinya kolam ikan dikelola bersama dengan usaha tani lain maupun dengan industri rumah tangga. Misal usaha ternak kambing, itik dan sebagainya. Kandang dibuat di atas kolam agar kotoran ternak menjadi
pupuk untuk kolam.
- Usaha tani kangkung, genjer dan sayuran lainnya juga dapat dipelihara bersama ikan nila. Limbah sayuran menjadi pupuk dan pakan tambahan bagi ikan. Sedangkan lumpur yang kotor dan kolam ikan dapat menjadi pupuk bagi kebun sayuran.
- Usaha huler/penggilingan padi mempunyai hasil sampingan berupa dedak dan katul. Oleh karena itu, sebaiknya dibangun kolam ikan di dekat penggilingan tersebut.
- Hasil penelitian Balai Penelitian Perikanan sistem integrated dapat menghasilkan ikan sampai 5 ton atau lebih per 1 ha/tahun.
c) Sistem intensif (teknologi maju)
- Sistem pemeliharaan intensif adalah sistem pemeliharaan ikan paling modern. Produksi ikan tinggi sampai sangat tinggi disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
- Pemeliharaan dapat dilakukan di kolam atau tambak air payau dan pengairan yang baik. Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Volume air yang diganti setiap hari sebanyak 20% atau bahkan lebih.
- Pada usaha intensif, benih ikan nita yang dipelihara harus tunggal dain jantan saja. Pakan yang diberikan juga harus bermutu.
- Ransum hariannya 3% dan berat biomassa ikan per hari. makanan sebaiknya berupa pelet yang berkadar protein 25-26%, lemak 6-8%. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan oleh teknisinya sendiri dapat diamati nafsu makan ikan-ikan itu. Pakan yang diberikan knya habis dalam waktu 5 menit. Jika pakan tidak habis dalam waktu 5 menit berarti ikan mendapat gangguan. Gangguan itu berupa serangan penyakit, perubahan kualitas air, udara panas, terlalu sering diberi pakan.
7. PANEN.
Pemanenan ikan nila dapat dilakukan dengan cara: panen total dan panen sebagian.
a) Panen total
Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10 cm. Petak pemanenan/petak penangkapan dibuat seluas 1 m persegi di depan pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.
b) Panen sebagian atau panen selektif
Panen selektif dilakukan tanpa pengeringan kolam, ikan yang akan dipanen dipilih dengan ukuran tertentu. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan waring yang di atasnya telah ditaburi umpan (dedak). Ikan yang tidak terpilih (biasanya terluka akibat jaring), sebelum dikembalikan ke kolam sebaiknya dipisahkan dan diberi obat dengan larutan malachite green 0,5-1,0 ppm selama 1 jam.
8. PASCAPANEN
Penanganan pascapanen ikan nila dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.
a) Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20oC.
2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
b) Penanganan ikan segar
Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
1. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
2. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
3. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
4. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7oC. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
c) Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:
1) Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
2) Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
3) Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan
dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
4) Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Sistem terbuka dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.
2. Sistem tertutup Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
(1) masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
(2) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
(3) alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);
(4) kantong plastik lalu diikat.
(5) kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:
- Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
- Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
- Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.
- Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
- Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.
9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
9.1.Analisa Usaha Budidaya
Perkiraan analisis usaha budidaya ikan nila selama 1 bulan pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat adalah sebagai berikut:
a) Biaya produksi
1. Sewa kolam Rp. 120.000,-
2. Benih ikan nila 4000 ekor, @ Rp.200,- Rp. 800.000,-
3. Pakan
- Dedak 8 karung @ Rp.800,- Rp. 6.400,-
4. Obat dan pupuk
- Kotoran ayam 4 karung, @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,-
- Urea dan TSP 10 kg, @ Rp.1.800,- Rp. 18.000,-
- Kapur 30 kg, @ Rp. 1.200,- Rp. 36.000,-
5. Peralatan Rp. 100.000,-
6. Tenaga kerja 1 orang @ Rp. 7500,- Rp. 225.000,-
7. Biaya tak terduga 10% Rp. 133.340,-
Jumlah biaya produksi Rp.1.466.740,-
b) Pendapatan benih ikan 85%,4000 ekor @ Rp.700,- Rp.2.380.000,-
c) Keuntungan Rp. 913.260,-
d) Parameter kelayakan usaha
B/C ratio 1,62
9.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia.
Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan nila dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Apabila pasaran lokal ikan nila mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan nila boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.
Langganan:
Komentar (Atom)